Senin, 20 Agustus 2012

Pesawat Jatuh, Mendagri Filipina Masih Hilang


Mendagri Filipina Jesse Robredo
Add caption
VIVAnews - Pencarian Menteri Dalam Negeri Filipina, Jesse Robredo, masih terus dilakukan. Bersama pilot dan copilot, ia dinyatakan hilang setelah pesawat kecil jenis Cessna yang ditumpanginya jatuh di lepas pantai Pulau Masbate, Filipina, Sabtu, 18 Agustus 2012.

Dikutip The Philippine Star, keluarga optimistis Robredo selamat. "Dia adalah perenang hebat, kami yakin dia mampu berenang menyelamatkan diri keluar dari tempat duduk pesawat," kata Jun Labadia, juru bicara keluarga Robredo. 
Menteri Perhubungan, Mar Roxas, yang memimpin tim pencarian mengatakan bahwa tim penyelam sudah melakukan pencarian hingga kedalaman 150 meter. Nihil. "Mereka hanya melihat pancaran sinar yang diduga dari bangkai pesawat di posisi yang lebih dalam," ujarnya.

Roxas mengatakan bahwa tim SAR Amerika Serikat akan membantu pencarian menggunakan detektor magnetik anomali. Cara ini setidaknya mempermudah menemukan lokasi bangkai pesawat. "Kami mohon doanya, pencarian dan upaya penyelamatan terus kami lakukan semaksimal mungkin," ujarnya.

Presiden Benigno Aquino III dan sejumlah anggota kabinet masih bertahan di Pulau Masbate hingga Selasa. Mereka ingin memantau upaya pencarian dengan lebih intens. Mereka berupaya memupuk harapan keluarga Robredo.

Kronologi
Pesawat milik maskapai Aviatour Air ini terbang sekitar pukul 15.06 menuju kampung halaman Robredo di Naga City, Camarines Sur. Mengangkut empat orang: pilot, co-pilot, Robredo dan ajudannya, Inspektur June Paolo Abrazado.

Sekitar pukul 15.30, Abrazado mengirim pesan singkat ke rekannya bahwa pesawat segera kembali ke Cebu karena mengalami masalah dengan salah satu baling-baling. Pukul 16.20, Abrazo kembali mengirim pesan bahwa pilot akan melakukan pendaratan darurat di pangkalan udara Masbate.

Di menit-menit itu, Abrazo pun masih bisa membalas tentang kondisi penumpang dengan kalimat pendek, "Kami baik-baik saja." Pantauan radar menara pengawas di Bandara Internasional Cebu, posisi terakhir pesawat yang terdeteksi hanya berada di ketinggian 150 kaki sebelum akhirnya menghunjam laut.

Hingga Senin, 20 Agustus 2012, Robredo, pilot, dan copilot masih belum berhasil ditemukan. Sementara Abrazado selamat dengan luka ringan setelah ditolong seorang nelayan yang sedang melaut di lokasi kejadian.

1 komentar: